Kamis, 17 April 2014

Barca Kalah Lagi, Runtuhnya Sebuah Era Kejayaan...?

Messi dkk
Sekitar 4-5 tahun yang lalu menyebut nama klub Barcelona atau Barca pasti yang terbayang adalah permainan menghibur kelas dunia dengan segudang prestasi baik untuk klub maupun individu pemainnya. Saat itu dibawah pelatih Pep Guardiola Barca seperti tak punya lawan dan dianggap sebagai tim dari planet lain dengan tiki-takanya. 

Barcelona memenangkan semua gelar yang ada mulai dari Laliga, Piala Raja, Liga champion, Piala Super Eropa sampai Piala dunia antar klub. Ditambah lagi dengan fenomena Messi yang memborong semua penghargaan pesepakbola bergensi mulai dari top skorer eropa sampai Ballon d'or sebanyak 4 kali berturut-turut.

Namun cerita itu sepertinya akan berakhir musim kompetisi 2014 ini, seiring dengan rentetan kekalahan Barca dipertandingan yang menentukan. Setelah kalah di laliga, barca pun harus tersingkir dari liga champion ditangan Atletico Madrid. Dan yang terakhir di arena piala raja Barca kalah 1-2 dari musuh bebunyutan Real Madrid.

Keadaan diatas memaksa Barca hanya bisa berharap untuk mendapatkan gelar La liga dimusim ini, itupun dengan harapan rival mereka Atletico dan Real Madrid tergelincir dibeberapa pertandingan. Tentu saja penggemar barca diseluruh dunia yang juga merupakan klub dengan penggemar terbanyak di dunia kecewa dengan keadaan ini.

Runtuhnya sebuah era.
Dalam dunia sepakbola seperti halnya dibidang lainnya ada masa keememasan dan masa kejatuhan dari sebuah era. Kita bisa lihat bagaimana dahulu tahun 1950an Real Madrid begitu berjaya di eropa dengan torehan 5 gelar Champion, begitu juga era 1970-1980an Bayern Munchen, Liverpool dan Ajax Amsterdam mendominasi daratan Eropa dan dunia. Dan juga kita pasti ingat dengan era "The Dream Team" AC Milan di tahun 1990an.

Pada saat itu tim-tim tersebut memegang banyak rekor dan sebahagian masih bertahan sampai saat ini. Adalah hal yang wajar jika sebuah tim khususnya dieropa tidak akan mampu bertahan cukup lama untuk mendominasi karna ketatnya persaingan di eropa. Biasanya jatuhnya sebuah era akan dilanjutkan oleh masa transisi dengan beberapa klub menjadi pemeran utama, seperti saat ini dimana ada Bayern Munchen, Real Madrid, Chelsea, Atletico bahkan PSG yang sedang naik daun.

Penyebab Terpuruknya Barca
Ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor terpuruknya Barcelona diantaranya: 
1. Faktor Manajemen dan Pelatih
Pergantian manajemen dan kepengurusan klub tentu saja akan berpengaruh kepada performa tim secara umum, karna faktor penyesuaian dan pengalaman yang berbeda juga target-target yang ingin dicapai. Termasuk pemilihan pelatih yang dianggap sejalan dan sesuai dengan kebijakan manajemen.

Pergantian pelatih dari Pep Guardioala awalnya cukup dapat diteruskan oleh asistennya Tito Villanuova. Barcelona masih mampu mengandalkan tiki-taka untuk merebut gelar La liga pada musim lalu. Tapi semenjak mundurnya Tito karna alasan kesehatan maka gaya tiki-taka berubah menjadi gaya bermain yang lebih oportunis dan sering bermain bola-bola panjang ditangan Geraldo Martino.

Keadaan ini memaksa pemain-pemain Barca harus menggunakan kekuatan fisik yang lebih untuk bermain, padahal seperti kita tau faktor postur menjadi kelemahan Barca selama ini. Pelatih Martino seperti ingin menerapkan gaya bermainnya sendiri tapi masih ragu karna selama ini barca sudah identik dengan tiki-takanya. Hal ini menyebabkan gaya bermain Barcelona tidak jelas lagi.

2. Komposisi dan Materi Pemain
Pemain Barca saat ini masih didominasi pemain diera Pep Guardiola, disatu sisi memberikan dampak pada kekompakan bermain disisi lain akan membuat lawan-lawan Barca mudah mencari kelemahan karna sudah mengenal betul setiap pemain Barca.

Materi pemain yang merupakan stok lama ini juga sepertinya sudah mulai termakan usia seperti Kapten Carles Puyol, Xavi Hernandes dan Iniesta. Peran beberapa pemain penting ini masih sentral dan belum mampu digantikan oleh pemain lainnya.

Sedangkan pemain baru seperti Neymar, bahkan Jordi Alba bukanlah pemain bertipe sama jadi tidak memenuhi kebutuhan utama klub diposisi-posisi tersebut. Kedatangan Neymar seharga 40 juta euro yang berposisi penyerang sayap sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada Barca karna disana juga sudah ada Pedro ataupun Iniesta sendiri.

3. Cedera dan Menurunnya Performa Messi
Menyebut Barcelona pasti kita berbicara tentang Lionel Messi juga, pemain ini sepertinya memang diciptakan untuk Barca dan permainan tiki-takanya. Messi seperti penolong Barca dengan permainan solo dan gol-golnya. Akan tetapi akhir-akhir ini kondisi fisik dan permainan Messi sedang dalam tren menurun.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan ini diantaranya motivasi, kita semua tau Messi sudah memenangkan semua gelar baik secara individu maupun tim ditigkat klub. Messi adalah pemegang 4 kali pemain terbaik dunia berturut-turut (2009 s/d 2012) dan juga pemegang rekor gol Barcelona dengan 350 gol lebih.

Ada anggapan Messi saat ini lebih fokus untuk tampil di Piala Dunia bersama Argentina karna ia belum mampu membawa negaranya juara di ajang paling bergengsi tersebut. Setiap pemain sepakbola pasti memimpikan mengangkat piala dunia sebagai prestasi puncak dalam sepakbola.

4. Faktor Motivasi.
Kita semua tau pemain-pemain Barca sarat dengan prestasi di level klub dan tim nasional. Puyol, Xavi, Iniesta, Pique, Basquet, Fabregas, Alba, Pedro dari timnas Spanyol sudah merasakan semua gelar juara dari level domestik sampai tingkat eropa dan dunia. Demikian juga pemain seperti Alves yang sudah mentok di level klub, belum lagi Messi yang kenyang dengan gelar individu dan level klub.

Mereka adalah pemain kunci di Barca jadi apabila motivasi mereka menurun atau bahkan habis maka akan sangat berpengaruh kepada performa tim secara umum. Praktis pemain-pemain baru seperti Neymar, Song, Bartra, dan beberapa jebolan La mansia menjadi harapan baru Barca tapi mereka belumlah memiliki level permainan setingkat senior mereka jadi masih membutuhkan banyak waktu.

Jadi menarik untuk kita tunggu apakah dinasti tiki-taka Barca akan runtuh musim ini ataukah mereka mampu untuk bangkit dan membalikkan keadaan dengan merebut peluang yang tersisa menjadi juara La liga Spanyol.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Give your comment here....