Sabtu, 08 Maret 2014

Opini: Faktor Pelatih Penyebab MU Terpuruk ?

dailymail.co.uk
Manchester United adalah salah satu klub terbesar di Inggris dan Eropa. Manchester United juga merupakan sebuah brand ternama yang mampu menarik perusahaan besar dan juga berjuta-juta fans dari seluruh dunia. Tercatat MU memiliki penggemar ketiga terbanyak di media jejaring sosial Facebook dengan 40 jutaan fans. MU juga merupakan salah satu klub yang paling sering dibahas di media massa.

Apakah semua itu dicapai karna images pemberitaan media massa saja..? tentu saja bukan hanya itu, tapi juga segudang prestasi terutama di era Sir Alex Ferguson. Tercatat MU adalah pemegang terbanyak gelar English Primership dengan 20 titel mengungguli Liverpool dengan 18 gelar. Lebih jauh ke eropa MU juga pernah menjuarai 3 kali Liga Champion, 1 Piala Winner dan piala UEFA (Europa). Ditingkat dunia MU berhasil meraih piala Interkontinental/ piala Dunia klub 2 kali.

Selama 20 tahun belakangan ini MU adalah penghuni papan atas Liga Inggris dan juga juara terbanyak. Meski rival datang silih berganti mulai dari Liverpool awal tahun 90 an, Newcastle dan Blacburn Rovers pertengahan 90 an, Arsenal awal tahun 2000an sampai Chelsea dan Manchester City sekarang ini. Bisa dikatakan MU adalah klub yang sangat konsisten dalam 2 dekade ini.

Selama itu juga MU selalu ditangani oleh orang yang sama yaitu Ferguson. Akan tetapi setelah pensiunnya Granpa Alex musim 2013/2014 ini prestasi MU pun menurun hanya menjadi penghuni papan tengah English Primier League sampai tengah musim. Bahkan di Liga Champion Mu kalah dari klub yang sebenarnya lolos dengan predikat buruk di penyisihan group Olympiakos (Yunani). 

Moyes Bukan Ferguson
David Moyes adalah pengganti Ferguson di MU, ia berasal dari Skotlandia negara yang sama dengan Alex.
Apakah faktor kesamaan negara ini yang membuat manajemen MU meminang David Moyes..?
Sepertinya dari awal penunjukan Moyes telah menjadi suatu masalah karna manajemen seolah-olah ingin kesuksesan instan.Berharap Moyes bisa mengcopy dan meneruskan kesuksesan era Ferguson. Padahal sepakbola bersifat dinamis dan tidak bisa diukur hanya diatas kertas. Tentu bukan hal gampang mengulang sukses era Ferguson, apalagi dijaman dengan perkembangan dan persaingan ketat sekarang ini. 

Dari sisi teknis, sampai saat ini Moyes belum mampu meramu formula yang menakutkan bagi lawan-lawan MU. Moyes masih sering bergonta-ganti susunan pemain yang dapat menyebabkan kurangnya kekompakan dan saling pengertian pemain dilapangan. Alasan Moyes tentu dapat dibenarkan karena hasil-hasil yang diperoleh jauh dari memuaskan.

Rata-rata pemain yang ada sekarang adalah peninggalan era Ferguson yang sebagian sudah melewati masa kejayaan, tercatat Giggs, Carrick, Vidic, dan Ferdinand sudah diatas usia 30an tahun. Akan tetapi MU sebenarnya masih mempunyai stok pemain muda dan pemain usia emas yang memadai seperti Rafael, Evra, Rooney, Van Persie, Nani, Ashley Young, De Gea, Mata dll ditambah lagi dengan pemain baru yang masih muda seperti Adnand Januzaj.

Faktor adaptasi pemain terhadap metode dan strategi baru dari Moyes juga dapat menjadi penyebab melempemnya MU. Meskipun di Everton Moyes mampu membawa Everton bersaing dengan  klub-klub papan atas tapi belum tentu metode dan strateginya dapat diterapkan di MU. Pemain-pemain Everton tentunya mempunyai beban yang berbeda dengan MU. Jika Everton dituntut cukup untuk bisa bersaing di papan atas maka MU harus menjadi juara di setiap turnamen yang diikutinya.

Butuh Waktu ?
Tapi David Moyes adalah pelatih muda yang masih dapat terus belajar dan memperbaiki diri dan tim. Perlu diingat sebenarnya sejarah perjalanan Alex Ferguson di MU awalnya juga tidak mulus. Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub meraih posisi 11 diakhir musim.


Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua. Man. United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya bahkan dengan pembelian pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. 

Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final. Man.United baru juara dimusim 1992 setelah kedatangan Eric Cantona. 

Jadi apakah Moyes dapat mengikuti jejak Sir Alex atau hanya menjadi bayang-banyangnya...?.
Mancunian dan MU haters pasti penasaran menunggunya.

Baca juga:
- Analisis: AC Milan Terpuruk Apa Yang Salah..?
- Strong Tiki Taka ala Munchen

- Gaya Permainan Sepakbola Dunia
- 10 Klub Sepakbola Dengan Fans Terbnyak di Facebook
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Give your comment here....